Tampilkan postingan dengan label Wisata Rembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Rembang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2009

Ngabuburit di Pasir Putih Tasikharjo

Ngabuburit di Pasir Putih Tasikharjo
Mungkin Anda tidak begitu kenal dengan pantai pasir putih Tasikharjo. Di dalam buku yang berjudul Obyek dan Daya Tarik Wisata Kabupaten Rembang yang diterbitkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab Rembang, pantai Tasikharjo tercantum sebagai salah satu jujugan wisata Rembang.
Pantai pasir putih dengan luas 18 Ha ini berpantai landai, berombak kecil dan tenang. Jauh di utara menyembul dua pulau legendaris, Pulau Gede dan Pulau Marongan. Bisa untuk memancing inspirasi bagi yang kreatif.
Sesuai namanya, Pantai Tasikharjo terletak di desa Tasikharjo kecamatan Kaliori, 5 Km dari pusat kota Rembang.
Hendak memasuki area pantai, pengunjung akan disapa sebuah papan nama yang bertuliskan: “Dilarang Keras Pacaran di Pantai Wates”. Memang jalan menuju pantai bagian timur bernama dukuh Wates, Tasikharjo.
Jika pagi hari, air laut akan pasang hingga sampai ke pinggir. Sore harinya air surut sehingga pantai luas terhampar. Apalagi jika jelang sunset, suasana akan tampak semakin indah. Sore itu beberapa pemuda dan warga tengah asyik ngabuburit menunggu berbuka puasa sambil mencari kerang dengan alat khusus semacam garuk, atau dengan pacul. Matahari makin tenggelam, mereka segera beranjak pulang dengan sedikit perolehan kerang di ember.
Setidaknya, Pantai Pasir Putih Taskharjo bisa menjadi alternatif tempat rekreasi murah dan dekat, sangat cocok untuk bersantai dengan keluarga dan berfoto ria. :-) Shodiqin

Minggu, 30 Agustus 2009

Dampoawang Beach TRP Kartini Dibanjiri Pengunjung

Dampoawang Beach TRP Kartini Dibanjiri Pengunjung
Taman Rekreasi Pantai Kartini (TRPK) Rembang sejak dikelola pihak ketiga sekar ang namanya menjadi Dampo Awang Beach TRPK. Selama masa libur sekolah kemarin setiap hari lokasi wisata kebanggan orang Rembang itu dibanjiri pengunjung. Per hari rata-rata 1.500-an orang datang menikmati aneka hiburan yang tersedia. Bahkan pada hari Minggu (12/6) saat puncak hari Minggu libur tercatat sekitar 3.000-an orang memenuhi TRPK sejak jam buka hingga tutup.
Sriyono, koordinator pengelola Dampo Awang Beach TRPK menjelaskan, sejak dia dipercaya selaku pengelola pihak ketiga,terus berusaha menambah fasilitas hiburan bagi para pengunjung. Salah satu yang dilakukannya yakni mendatangkan hewan langka ditempatkan di lokasi kolam renang putri duyung. “Tujuannya ingin memberikan hiburan bagi para pengunjung yang ingin meluangkan waktu sejenak setelah usai berenang,”terangnya.
Sriyono menambahkan, mulai bulan Juli ini dari semula kolam renang diisi air sumur yang berasa payau sekarang telah diganti air bersih dari PDAM. Adapun arena hiburan di dampo Awang Beach TRPK sendiri per Agustus ditambah beberapa arena hiburan. ‘Antara lain kolam buaya, persewaan keledai untuk jalan-jalan di bibir pantai, penataan perahu untuk lomban, permainan anak berupa fasilitas outbond dan tokoh-tokoh kartun untuk background foto pengunjung,”ujarnya..
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Rembang Drs Sadono menjelaskan, pengelolaan TRPK dipihak ketigakan per bulan Februari kemarin dimulai tempat pemandian/kolam renang “putri duyung”. “Selanjutnya per bulan Juli di seluruh lokasi TRPK dengan nilai kontrak Rp 836 juta,”jelasnya.
Untuk mempercantik dan memperindah lokasi Taman untuk tahun ini pihak pengelola telah menyiapkan dana sekitar 300 juta guna melakukan renovasi serta penambahan fasilitas.
Pengelola akan menambahkan beberapa fasilitas tambahan seperti, lapangan foodsal pasir, lapangan volli pantai, kebun binatang mini, lokasi out bond untuk anak-anak serta beberapa fasilitas olahraga air lainnya. Dengan ditambahkan beberapa fasilitas yang disediakan akan memberikan daya tarik baru bagi para pengunjung.
Dengan harapan masyarakat Rembang tidak perlu rekreasi keluar kota saat membutuhkan tempat rekreasi yang nyaman Sriyono menambahkan.
Renovasi akan dilakukan bertahap, untuk tahun ini pengelola telah mulai mendatangkan kebutuhan dalam melengkapi fasilitas layanan, seperti keledai yang akan disediakan bagi pengunjung yang akan mengelilingi pantai serta pasir putih yang akan digunakan untuk mempercantik pantai.
Untuk penambahan nama Dampoawang Beach pengelola bermaksud untuk membedakkan TRP Kartini yang ada di Jepara karena sama namanya pantai Kartini. Karena Dampoawang identik dengan Rembang maka nama itu digunakan untuk penambahan. (miex)

Rabu, 08 Juli 2009

WISATA REMBANG



Panorama Indah Hutan Bakau

ORANG mungkin tidak menyangka bahwa tanaman bakau bisa disebut hutan. Sebagaimana hutan pada lazimnya, hutan bakau juga terdiri dari banyak pohon yang lebat. Dan pastinya juga indah. Apalagi di sana, di saat-saat tertentu banyak burung yang bertengger.
Dengan tumbuh kembang tanaman bakau di area penuh air, hutan bakau tampak lebih indah dan mempesona. Untuk menikmati keindahan hutan bakau, tidak usah jauh-jauh. Sempatkan saja pembaca jalan-jalan di desa Tireman bagian pantai. Di sana menghampar hutan bakau yang berpanorama sangat elok.
Keindahan hutan bakau bisa menjadi alternatif tempat rekreasi yang tidak kalah menarik dengan hutan jati. Di Jakarta, hutan bakau menjadi salah satu jujugan wisata. Jika mau, di Rembang bisa dilakukan hal serupa.
Hutan bakau yang menghampar hampir memenuhi sepanjang pantai mulai dari Sarang hingga Kaliori bukan tanpa maksud apa-apa. Fungsi utama bakau adalah menjadi tembok hidup untuk menghalangi hantaman langsung air laut, sehingga tidak merusak pantai atau tambak yang menjadi lahan perikanan.
Namun sungguh sayang, kini hutan bakau hanya bisa ditemui di beberapa tempat saja. Termasuk di Tireman adalah salah satu yang masih terawat dengan baik. Lainnya sudah pada rusak karena berbagai sebab. Yang paling utama adalah kekurangpedulian masyarakat akan tanaman penyelamat tambak ini.
Sebagian tanaman bakau ditebangi dibabat begitu saja, dan tidak dilakukan penanaman lagi. Sehingga saat ini populasinya makin menyempit. Padahal tanaman bakau tidak merepotkan, dan mudah menanamnya.
Menurut Sutomo Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Rembang tahun ini belum ada program untuk membudidayakan pohon bakau, karena harus bergantian dengan program yang lain. Tetapi penanaman dan pemeliharaan hutan bakau, mulai tahun ini akan di tangani oleh beberapa instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan, dan Dinas Peternakan. Menurutnya, sekelompok masyarakat dari desa Pasarbanggi dan Tireman banyak yang aktif dalam menanami dan memeliharaan hutan bakau, sehingga membuktikan masyarakat Rembang masih sayang lingkungan.
Terpisah, Purwadi Samsi SH Kabid Lingkungan Hidup mengatakan Kalianyar Purworejo Kaliori akan menjadi rintisan penanaman hutan bakau. Dana yang digunakan didapat dari Propinsi Jateng sebesar Rp.300 juta dengan area sepanjang 140 meter. Program yang dijalankan adalah penanaman bakau di pinggir Pantai dan sabuk pantai Kalianyar.
Menurutnya, tahun ini dana lebih difokuskan kepada pengelolaan sumber mata air di pegunungan, seperti Gunem Pamotan, Sedan, Sale , Sluke, Kragan.
Realita dilapangan menunjukan, hutan bakau di Rembang semakin langka dan hampir punah. Penyelamatan tanaman bakau seharusnya secepatnya dilakukan, supaya lingkungan hidup di Rembang bisa kembali lagi seperti dulu. Pendidikan kepada masyarakat tentang perlunya penanaman bakau juga perlu dilakukan, karena sangat membantu program pemerintah. Menjaga ekosistem bukan hanya tugas pemerintah, tetapi peran masyarakat sangat dinantikan.qQin-Sant