Sabtu, 27 Februari 2010

Pelatihan tenaga pendidik PAUD non formal




200 tenaga pendidik Pendidikan anak usia dini (PAUD) pendidikan non formal di kabupaten Rembang selama 2 hari mulai tanggal 15-16 januari mengikuti pelatihan. Pelatihan yang berlangsung di Gedung PKPRI Rembang dibuka oleh Sekda Hamzah fatoni.
Ketua forum PAUD Ny Umy Jazilah salim dalam pengarahanya mengatakan, selama ini PAUD dikabupaten Rembang dalam perjalanannya akhir-akhir ini berkembang sangat pesat, Ini menunjukkan pendirian PAUD mendapat respon dan dukungan yang positif dari masyarakat. Pasalnya keberadaan PAUD manfaatnya sangat menguntungkan dalam membantu orangtua mengarahkan anaknya. Diantaranya memberi kebutuhan dasar anak yakni asah, asih, asuh serta menjadi pondasi awal dalam menentukan karakter anak diusia emas (golden age).Selain itu ketua forum PAUD juga mengatakan komitmennya dalam rangka pengembangan anak usia dini.
Ketua forum PAUD Umy jazilah menambahkan, keberadaan Forum PAUD dikabupaten Rembang patut dibanggakan, karena satu-satunya yang ada di Jawa Tengah. Kebijakan dan komitmen pemkab Rembang dalam rangka pengembangan anak usia dini juga telah dituangkan melalui Rencana pembagunan jangka panjang(RPJP) 2005-2025 dan rencana pembangunan jangka menegah (RPJM) tahun 2010-2015.
Sementara itu sekretaris Dinas pendidikan muthohir menyampaikan, satuan pendidikan sejenis PAUD di kabupaten Rembang telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, tercatat satuan pendidikan sejenis PAUD ada sebanyak 45 buah, TPA penitipan 4, TPK 120 buah dan kelompok bermain 112 buah. (Qin)

Pasar Murah Bagi Karyawan Djarum Rembang

Dana hasil cukai yang diperoleh Kabupaten Rembang digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Demikian sambutan Bupati Rembang H. Moch Salim dalam rangka membuka pasar murah dilingkungan SKT (Sigaret Kretek Tangan) Djarum Rembang rabu (6/1).
Menurut Bupati kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2009. “Jangan dinilai dari besar kecilnya pemberian, tapi ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Kabupaten terhadap masyarakatnya,” kata Bupati.
Bupati juga mengatakan kegiatan pasar murah ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan sekaligus silaturahmi antara Pemkab dan masyarakat.
Dalam acara tersebut Bupati mensosialisasikan Program – program pemberdayaan masyarakat yang tercatum dalam Empat Pilar yaitu Peningkatan Infrastruktur, Sekolah Gratis, Jaminan Kesehatan Rembang Sehat (JKRS), dan Gerakan Pengembangan Ekonomi Lokal (Gerbang Elok) serta Bupati juga memberikan pertanyaan seputar Empat Pilar kepada karyawan Djarum.
Jumlah 800 orang karyawan PT Djarum di Kabupaten Rembang, menurut Bupati, hanya sebagaian kecil dari total 60.000 karyawan PT Djarum di Karisidenan Pati oleh karena itu Bupati mengharapkan agar ada ekspansi pabrik PT Djarum di Kabupaten Rembang serta mengajak seluruh jajaran pemkab untuk instropeksi diri agar investasi di Kabupaten Rembang bisa berjalan dengan cepat dan baik.
Sementara itu menurut jumiatun (30) dan sumiyati (35) karyawan SKT Djarum Rembang yang telah bekerja selama 10 tahun di SKT Djarum Rembang kegiatan ini merupakan pertama kali selama mereka bekerja dan harga yang ditawarkan sangat murah. Oleh karena itu mereka mengharapkan agar kegiatan seperti ini sering diadakan di lingkungan SKT Djarum Rembang.
Dalam acara tersebut dijual 400 paket sembako yang tiap paketnya berisi beras 2 Kg, gula 1 Kg, minyak goreng 1 liter serta 10 bungkus mie instan yang dijual dengan harga Rp 20.000,-. (Qin)

Pasar Murah Bagi Karyawan Djarum Rembang

Dana hasil cukai yang diperoleh Kabupaten Rembang digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Demikian sambutan Bupati Rembang H. Moch Salim dalam rangka membuka pasar murah dilingkungan SKT (Sigaret Kretek Tangan) Djarum Rembang rabu (6/1).
Menurut Bupati kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2009. “Jangan dinilai dari besar kecilnya pemberian, tapi ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Kabupaten terhadap masyarakatnya,” kata Bupati.
Bupati juga mengatakan kegiatan pasar murah ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan sekaligus silaturahmi antara Pemkab dan masyarakat.
Dalam acara tersebut Bupati mensosialisasikan Program – program pemberdayaan masyarakat yang tercatum dalam Empat Pilar yaitu Peningkatan Infrastruktur, Sekolah Gratis, Jaminan Kesehatan Rembang Sehat (JKRS), dan Gerakan Pengembangan Ekonomi Lokal (Gerbang Elok) serta Bupati juga memberikan pertanyaan seputar Empat Pilar kepada karyawan Djarum.
Jumlah 800 orang karyawan PT Djarum di Kabupaten Rembang, menurut Bupati, hanya sebagaian kecil dari total 60.000 karyawan PT Djarum di Karisidenan Pati oleh karena itu Bupati mengharapkan agar ada ekspansi pabrik PT Djarum di Kabupaten Rembang serta mengajak seluruh jajaran pemkab untuk instropeksi diri agar investasi di Kabupaten Rembang bisa berjalan dengan cepat dan baik.
Sementara itu menurut jumiatun (30) dan sumiyati (35) karyawan SKT Djarum Rembang yang telah bekerja selama 10 tahun di SKT Djarum Rembang kegiatan ini merupakan pertama kali selama mereka bekerja dan harga yang ditawarkan sangat murah. Oleh karena itu mereka mengharapkan agar kegiatan seperti ini sering diadakan di lingkungan SKT Djarum Rembang.
Dalam acara tersebut dijual 400 paket sembako yang tiap paketnya berisi beras 2 Kg, gula 1 Kg, minyak goreng 1 liter serta 10 bungkus mie instan yang dijual dengan harga Rp 20.000,-. (Qin)

Kecamatan Pamotan Raih Juara II Lomba KSIB Tingkat Jateng

Kerja keras dan upaya Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang dalam menekan angka kematian ibu dan bayi menuai hasil yang menggembirakan. Dalam rangka peringatan Hari Ibu beberapa hari yang lalu di lingkungan provinsi Jawa Tengah, Kecamatan Pamotan meraih Juara II lomba Kecamatan Sayang Ibu dan Bayi (KSIB) 2009 tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Juara I diraih oleh Kabupaten Wonosobo, Juara III Kabupaten Cilacap Juara IV Kabupaten Boyolali. Juara I – III mendapat tropy, piagam dan uang pembinaan. Sedangkan juara IV mendapatkan piagam.
Menurut Camat Pamotan, Soesanto, S.Sos semua elemen di Kecamatan Pamotan mendukung pelaksanaan program yang dulunya bernama KSI itu. Pada saat penilaian yang dilaksanakan pertengahan bulan Oktober lalu semua data pendukung berhasil dipaparkan dengan baik.
Lebih lanjut Soesanto menerangkan kriteria – kriteria penilaian meliputi kriteria komitmen yang terdiri dari instruksi, anggaran tiap kelembagaan dan program satgas. Kriteria berikutnya ialah pelaksanaan kegiatan, hasil atau dampak yang terdiri dari, kematian ibu, bayi, balita dan KEK. Kriteria terakhir adalah lain – lain yang meliputi jamkesmas, pondok sayang ibu, dana yang dihimpun dari masyarakat serta kunjungan bidan.
Selain itu Camat Pamotan mengatakan hal yang paling mendukung dalam pelaksanaan KSIB adalah adanya anjuran dari Kepala puskesmas Pamotan agar seluruh ibu melahirkan diwilayah Kecamatan Pamotan dirujuk di Puskesmas sehingga angka kematian Ibu dan Bayi dapat ditekan. (Qin)

Kapolres Rembang Kunjungi Studio Radio


Kapolres Rembang AKBP Drs Susilo Teguh Raharjo M.Si, didampingi Kabag Bina Mitra Kompol I Gde Arda SE, Kabag Humas Setda Rembang Suyono SH, Kasubbag Pemberitaan dan Analisis Media Sudharmaji S.Sos, belum lama ini mengadakan kunjungan ke studio radio yang ada di Rembang dan Lasem.
Studio radio yang dikunjungi meliputi Radio Citra Bahari Fm (CBFM) milik Pemkab Rembang, Radio Pop Fm, Radio Rembang Bangkit (R2B) dan Radio Maloka Mediatama yang ada di Gedong Mulyo Lasem.
Menurut Pejabat nomor satu di jajaran Polres Rembang itu, Kunjungannya kesejumlah radio di Rembang itu untuk melakukan silaturahmi. Selain itu untuk titip pesan mengenai kamtibmas ( Keamanan Ketertiban Masyarakat ) yang ada di Kabupaten Rembang agar di sosialisasikan kepada masyarakat.
“Radio merupakan media komunikasi yang saat ini masih banyak diminati masyarakat oleh karena itu kami mengharapkan bantuannya untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai kamtibmas Kabupaten Rembang,” Jelas Kapolres yang juga senang mendengarkan alunan musik keroncong ini. (Qin)

Festival Budaya Anak Rembang


IPI ( Institute Pluralisme Indonesia ) mengadakan Festival Budaya Anak Rembang, Sabtu (16/01) di pendopo Rumah Dinas Bupati Rembang. Menurut Direktur IPI William Kwan acara ini diikuti kurang lebih 200 peserta berasal dari 35 Sekolah Dasar (SD) se – Kabupaten Rembang. Pada acara tersebut diadakan beberapa perlombaan seperti lomba batik tulis, lomba melukis batik, demo tari serta pameran hasil kerajinan anak Rembang.
Menurut William, keberadaan IPI di mulai awal 2004. Pada pertengahan tahun 2006 IPI mengembangkan seni budaya yang ada di Kabupaten Rembang dengan pilot project desa jeruk kecamatan Pancur dengan mendirikan “Srikandi Jeruk” yang bertujuan mengajarkan seni membatik kepada ibu – ibu setempat untuk menjaga warisan budaya.
William mengharapkan agar Kabupaten Rembang dapat menjadi motor penggerak seni budaya tradisional bagi daerah – daerah lain. Selain itu william juga mengharapkan Festival Budaya Anak dapat menjadi trigger / pemicu untuk mengembangkan seni budaya di Kabupaten Rembang.
Sementara itu Sekda Rembang Hamzah Fatoni SH, M.Kn mewakili Bupati Rembang H. Moch Salim memberikan apresiasi setingi – tingginya kepada IPI atas terselenggaranya Festival Budaya Anak. Menurut Hamzah Fatoni dengan mempersiapkan anak sejak dini diharapkan dapat menciptakan generasi penerus yang berkualitas.
Acara dilanjutkan dengan mengunjungi stand pameran hasil kerajinan anak serta lomba melukis batik. Pada acara tersebut juga dihadiri oleh ketua Dekranasda Rembang H. Umy Jazilah Salim, ketua MSI Rembang dan SKPD terkait. (Qin)

Bupati Kota Baru Studi Banding Perikanan Di Kabupaten Rembang


Dalam rangka membalas kunjungan kerja Bupati Rembang-H Moch Salim ke Kabupaten Kota Baru-Kalimantan Selatan tahun 2008 lalu, senin (21/12) Bupati Kota Baru Propinsi kalimantan selatan - H. Syachrani Mataja dan rombongan mengadakan kunjungan balasan ke kabupaten Rembang. Rombongan dari Kota Baru diterima Bupati, Pimpinan DPRD, Muspida dan jajaran SKPD di pendopo, dilanjutkan penyampaian paparan materi potensi kabupaten Rembang oleh H Moch. Salim.
Dalam paparannya Bupati Rembang H Moch Salim mengatakan banyak nelayan Rembang yang mengalami trauma psikis saat memasuki perairan Kota Baru. Pasalnya banyak kapal – kapal nelayan Rembang yang ditahan. Menurut Bupati tercatat ada sembilan kapal yang masih ditahan dan belum dilepaskan. Oleh karena itu Bupati berharap adanya mediasi antara nelayan Kota baru dengan nelayan Kabupaten Rembang.
Selanjutnya mengenai hasil perikanan Kabupaten Rembang, tahun 2009 ini mencapai kurang lebih Rp 200 miliar, tertinggi untuk se - provinsi Jawa Tengah. Untuk retribusi dari TPI mencapai Rp 9,25 milyar pada tahun 2009 dengan pembagian masuk KUD 1.5% dan masuk ke Pemerintah Kabupaten 3.5%. Sedangkan untuk peningkatan, target Pemerintah Kabupaten Rembang adalah menaikkan status TPI Tasik Agung dari PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai) menjadi PPN ( Pelabuhan Perikanan Nusantara).
Mengenai kondisi geografis-demografis dan potensi kekayaan alam galian C menurut Bupati, ada kemungkinan diadakan pertukaran komoditas antar dua daerah. Khususnya nanti apabila pelabuhan nasional telah dibangun dan siap beroperasi.
Bupati Kota Baru-Syachrani sendiri dalam kesempatan tersebut menyatakan siap mengadakan kerja sama dengan pemkab Rembang, khususnya menyangkut bidang perikanan dan kelautan yang dapat dimanfaatkan nelayan asal kabupaten Rembang dan sekitarnya.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar 2 kabupaten, menyangkut bidang perikanan dan potensi kelautan yang dapat dimanfaatkan bersama. Selanjutnya rombongan dari Kota Baru diajak menyaksikan potensi Kabupaten Rembang. (Qin)