Senin, 18 Januari 2010

Pawai Taaruf Sambut Tahun Baru Hijriyah 1431


Ada yang berbeda dalam menyambut tahun baru Hijriyah 1431 kemarin. Pawai taaruf yang diselenggarakan banyak peminatnya. Seluruh SD se Kecamatan Rembang ikut andil. Maka kreativitas dari peserta benar-benar total, tidak kalah dengan karnaval setiap agustusan.

Anak TK/RA dan SD 'Berhaji'


Ketika orang dewasa tengah menjalankan haji di tanah suci, anak-anak TK dan RA laksanakan manasik haji di alon-alon Rembang. Tidak kurang dari 2500 anak antusias mengikuti bimbingan haji yang dibimbing oleh guru-guru mereka. Walaupun panas menyengat di siang itu, anak-anak cukup enjoy ikuti manasik yang dibuat seakan tengah berada di tanah suci beneran. Karena di tengah alon-alon tersebut didirikan miniatur Kakbah yang cukup apik.

Minggu, 17 Januari 2010

6 pelaku pencurian diamankan

Kurun waktu tak berselang lama pada pertengahan Nopember kemarin, jajaran Reskrim Polres Rembang berhasil mengamankan 6 pelaku tindak pencurian di lokasi PLTU. Mereka menggondol kabel listrik impor, kabel alumunium dan besi lempeng. Kini 6 pelaku yang merupakan orang dalam PLTU sendiri diamankan di sel tahanan Mapolres Rembang guna mempertanggungjawabkan tindak kriminal yang dilakukannya.
Kapolres Rembang, AKBP Susilo Teguh Raharjo melalui Kasatreskrim AKP Sugirman menjelaskan, kelompok pertama terdiri dua tersangka yakni Sri Wahyudi warga desa Doropayung, kecamatan Pancur dan M Iklil warga desa Punjulharjo kecamatan Rembang. Ke-duanya mencuri kabel listrik import senilai Rp 9 juta, ditangkap hari Jum’at 13 Nopember kemarin. Saat disidik mereka mengaku disuruh oleh atasannya membawa kabel tersebut menggunakan mobil keluar dari lokasi proyek, tetapi ketika berada di pintu penjagaan ditangkap oleh petugas kepolisian yang tengah berjaga.
Kelompok ke-dua para pelaku adalah Satpam PLTU, mencuri lempengan besi mereka yakni Sucipto warga desa Kemiri, kecamatan Jepon, kabupaten Blora dan A Rofiq warga desa desa Sendangagung, kecamatan Kaliori. Kelompok ke-tiga juga satpam setempat bernama Sutardji warga desa Tunjungan kecamatan Blora dan Eko Sudiyatmoko warga desa Gedongmulyo, kecamatan Lasem. “Modus operandi sama yakni membawa barang curian dengan cara diapit di tengah pengendara sepeda motor dan pemboncengnya, seusai bekerja di dalam lokasi proyek PLTU,” terang Kasat Reskrim.
Ditambahkan oleh AKP Sugirman, aksi para tersangka kepergok oleh anggota polisi yang tengah berpatroli ketika tengah bertransaksi di tempat penjualan barang rosok. “Saat itu sudah ada kesepakatan harga antara penjual dan pelaku, namun keburu ditangkap petugas shingga barang bukti berhasil diamankan,” jelasnya.
Menurut Kasat Reskrim, ke-enam tersangka dijerat pasal 363 KUHP/ dengan hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Program pemberian kondom kepada Calon pengantin

Dalam rangka mendukung pencapaian partisipasi pria dalam program medis operasi pria (MOP), Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Rembang bekerjasama dengan Puskesmas dan Kantor Urusan Agama (KUA), pada bulan Nopember dan Desember membagikan alat kontrasepsi jenis kondom kepada calon pengantin pria.
Kepala Bidang Keluarga Berencana BPMPKB, Ngatini mengatakan, dari target 4 % program MOP dan kondom selama 1 tahun baru tercapai 2%. Sehingga dari jumlah sekitar 13.000 aseptor, masih kurang sekitar 620-an aseptor. ”Kekurangan ini diharapkan tercapai melalui program pemberian kondom kepada calon pengantian dan mendata penjualan jenis alat kontrasepsi terebut di apotik-apotik, dokter dan bidan swasta,” sebutnya.
Menurut Ngatini, dalam program pemberian kondom ini BPMPKB Rembang telah menyediakan ribuan kondom dan sudah disalurkan di seluruh puskesmas. ”Pembagian kondom kepada calon pengantin sifatnya tidak dipaksakan dan sukarela, tujuannya untuk menunda kehamilan dalam pencapaian program gender pria,” ungkapnya.

Pentingnya Tim Penggerak PKK turun ke bawah

Tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini gerakan PKK dengan kader-kadernya yang tersebar di seluruh wilayah Rembang mempunyai dinamika tinggi yang senantiasa meningkatkan peranannya dalam mendukung program keluarga berencana dan pembangunan kesehatan nasional. Melalui kegiatan yang terpadu diharapkan menjadi motifator penggerak bagi pemberdayaan keluarga. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Rembang, Ny Umy Jazilllah Salim pada kegiatan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK - KB Kesehatan Kabupaten Rembang, belum lama ini di pendopo kabupaten.
Menurut Ny Umy, mengingat pentingnya program KB, seluruh ketua tim penggerak PKK di wilayah Rembang dihimbau tidak segan-segan turun ke bawah melihat kondisi langsung masyarakat. “Tidak hanya berdasarkan laporan saja, sehingga tahu persis kondisi yang adadi tengah masyarakat,” cetusnya.
Ditambahkan oleh Ny Umy, keberhasilan kegiatan KB ditentukan mantapnya koordinasi keterpaduan dan dukungan semua unsur masyarakat. Selain itu juga agar diupayakan pemecahan masalah yang ada didaerah masing-masing, “Tim Penggerak PKK Desa, Kecamatan dan Kabupaten harus selalu berkoordinasi dengan dinas terkait dalam merumuskan dan mencari solusi bagi kendala yang muncul atas pelaksanaan kegiatan di masing-masing wilayah,” pesannya.

Sertifikat Laik Sehat DAMIU habis Desember, Dinkes segera periksa ulang

Dinas Kesehatan pada bulan Desember ini berencana memeriksa ulang 70 Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) pemegang sertifikat laik sehat yang habis pada akhir November kemain. Pemeriksaan ulang akan dilakukan sesuai prosedur, khususnya menyangkut kualitas air produksi depot air minum. Demikian disampaikan Kepala Dinkes Rembang, Sutedjo melalui Kasi Penyehatan Lingkungan, Suripto, di ruang kerjanya belum lama ini.
Disebutkan oleh Suripto, pemantauan dan pemeriksaan kualitas air produksi DAMIU sangat penting karena pada sidak bulan Juli lalu diketahui ada 19 depot yang tak lulus uji, air produksinya mengandung bakteri E Coli. 19 DAMIU yang tersebar di kecamatan Rembang, Kaliori, Gunem, Sale, Kragan dan Sarang yang tak lolos uji tersebut air produksinya mengandung baketri E Coli antara 2,2 hingga 240 per 100 mililiter. Kondisi yang cukup membahayakan karena dapat menyebabkan konsumen menderita diare. “Adapun untuk konsumsi minum, harusnya air produksi DAMIU bebas dari bakteri pencetus diare tersebut,“jelasnya.
Suripto menambahkan, pemeriksaan sertifikasi laik sehat rutin dilakukan empat bulan sekali, atau tiga kali dalam setahun. Dilakukan dengan cara mengambil sampel sebanyak 100 ml air produksi, diperiksa kandungan bakteriologinya untuk mengetahui ada tidaknya bakteri E-Coli. “Untuk air bersih, toleransi kandungan bakteri E Coli dalam air yakni 50 per 100 mililiter, sementara untuk air minum harus nol atau bebas dari bakteri E Coli,” imbuhnya.
Ditegaskan olehnya Untuk DAMIU yang lulus pemeriksaan akan diberi sertifikat laik sehat yang biasa dipasang di depot. “Sehingga jika ada depot air isi ulang tidak mencantumkan sertifikat laik sehat, berarti depot tersebut tak lulus dan air produksinya diragukan kesehatannya,” tandasnya.

Depkes tahun 2010 targetkan pencapaian 1.379 lokasi sarana air minum

Melihat masalah lingkungan masih merupakan kendala yang cukup besar dibidang kesehatan seperti terbatasnya ketersediaan dan akses air bersih, rendahnya sanitasi, tingginya polusi udara akibat kebakaran hutan dan kendaraan, masih ditambah rendahnya proporsi rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mendorong Departemen Kesehatan berupaya terus meningkatkan dan memperbaiki lingkungan sehat. Hal tersebut disampaikan Bupati Rembang Moch Salim membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI pada upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-45 di halaman pendopo kabupaten, Kamis pagi (12/11).
Disampaikan oleh Bupati Rembang, di tahun 2009 ini dalam 100 hari program bidang kesehatan, Depkes melakukan program peningkatan dan perbaikan lingkungan sehat. “Salah satu indikator kinerjanya yakni pada januari 2010 harus mencapai sarana air minum sebanyak 1.379 lokasi dan peningkatan sanitasi di 61 lokasi,” sebutnya.
Sedangkan indikator kinerja Depkes hingga tahun 2014 di bidang kesehatan lingkungan yaitu tercapainya program air bersih yang menjangkau 67 % penduduk dan peningkatan sanitasi dasar berkualitas untuk 75 % penduduk. “Dengan demikian penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan karena lingkungan yang tidak sehat seperti diare, ISPA, TBC, Malaria, frambosia, demam berdarah dan flu burung diharapkan akan menurun,” ucap H Moch Salim.
Usai upacara H Moch Salim didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupatn Rembang, Sutejo dan Direktur RSUD DR Sutrasno Rembang, Agus Seyo Hadi Purnomo secara simbolis menyerahkan dan memberikan penghargaan bantuan kendaraan operasional Puskesmas untuk kegiatan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) dan kegiatan usaha kesehatan perorangan sebanyak 32 unit untuk 16 puskesmas. Menyerahkan 16 SK Bidan PTT, Sertifikat ISO untuk Puskesmas Pamotan, SK status UPT Puskesmas Kragan 2 dan Bulu dan penghargaan tenaga kesehatan.
Disamping itu, juga diserahkan penghargaan kepada Juara 1 Lomba Kader Kesehatan Remaja tingkat SLTP, Juara 1 Dokter kecil, Juara 1 Lomba Balita sehat, dan beberapa prestasi lomba di RSUD Dr sutrasno.